SEMARANG - Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Undip mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menurut Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD, pihaknya memberikan apresiasi terhadap capaian dan hasil jerih payah civitas di lingkungan MIL.
”Ini merupakan capaian yang pantas diapresiasi. Selebihnya menjadi wujud pengakuan keilmuan dan dedikasi terhadap dunia pendidikan di Undip,” tutur Rektor seusai senam pagi bersama civitas academica di Hall Widyapuraya Undip, Tembalang, Jumat (22/2).
Dia mengemukakan, tim asesor BAN PT memberikan penilaian terhadap sejumlah hal mulai dari sarana-prasarana, dosen, proses belajar-mengajar, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Selain itu, tak kalah penting adalah bentuk kerja sama luar negeri di lingkungan MIL.
Prof Sudharto menambahkan, Undip termasuk pelopor dalam menyikapi persoalan lingkungan baik di tingkat lokal, regional, maupun internasional.
Salah satu contoh adalah menjadi deklarator forum energi dan lingkungan Asia Pasifik di Bangkok, Thailand, pada 2008. Undip sekaligus koordinator perguruan tinggi dari Indonesia dengan anggota UI, ITB, dan UGM.
Penelitian
MIL juga berperan aktif dalam mengembangkan pemikiran untuk mengatasi global warming seperti dengan penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen.Kemudian juga dalam bentuk tulisan di jurnal sebagai simpul rencana aksi nasional dan aksi daerah tentang penanggulangan dampak perubahan iklim.
Pada tataran nasional maupun regional, Undip menjalin kerja sama baik dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, dan Pemprov Jateng. Di samping itu, memberikan pembinaan terhadap petani di Desa Lerep, Kabupaten Semarang dalam rangka adaptasi iklim.
”Kami merintis kerja sama dengan King Mongkuts University di Thailand. Kerja sama itu menyangkut pemberian gelar kesarjanaan untuk S-2 dan S-3,” ujarnya.
Diharapkan lulusan MIL memiliki kecintaan terhadap lingkungan, tidak sebatas cerdas di bidang ilmu, tetapi juga dalam perilaku senantiasa menjadi teladan. (H41-37)
sumber: Suara Merdeka news , senin 25 februari 2013
(/






0 komentar:
Posting Komentar