This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 24 Februari 2013

Sejarah Fakultas Peternakan Dan pertanian Undip Semarang

Pendirian Fakultas Sejarah Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro bermula pada tahun 1962, tatkala Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Prof. Dr. Ir. Thojib Hadiwidjaja menyarankan kepada Presiden Universitas Diponegoro pada waktu itu, Mr. Soedarto, untuk mendirikan Fakultas Peternakan. Saran tersebut timbul setelah melihat kenyataan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi peternakan yang cukup besar dan oleh karenanya perlu dikembangkan. Guna pengembangan peternakan dibutuhkan tenaga-tenaga ahli yang terdidik dan terlatih melalui pendidikan di perguruan tinggi, yaitu pada Fakultas Peternakan. Di sisi lain, pada saat itu belum satupun perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki Fakultas Peternakan, dan kalaupun ada hanya merupakan salah satu Jurusan, yaitu pada Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Saran baik tersebut ditanggapi oleh Mr. Soedarto selaku Presiden Universitas Diponegoro yang kemudian melakukan pendekatan kepada berbagai pihak. Setelah beberapa waktu lamanya, dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 37 Tahun 1963. Adapun susunan Panitia tersebut terdiri dari : Drh. Soejono Koesoemowardojo, Inspektur Kepala Dinas Kehewanan Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua; Drs. Lts. Soetopo Andar, Perwira Kesdam selaku Sekretaris, serta sebagai anggota masing-masing Drh. Rustandi Danumihardja, Kepala Dinas Kehewanan Karesidenan Semarang dan R. Suprapto, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Banyak masalah yang dihadapi panitia, antara lain : masalah biaya, tenaga pengajar, ruang kuliah, laboratorium beserta peralatannya. Namun berkat keuletan dan kesungguhan Panitia serta dukungan berbagai instansi pemerintah maupun swasta, tahap demi tahap masalah yang ada dapat diatasi. Maka dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 75/1964 tertanggal 17 Juli 1964, berdirilah Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro sejak tanggal 1 September 1964. Pembukaan Jurusan Pada perkembangan selanjutnya, dengan mengingat potensi bidang perikanan yang ada di wilayah ini dan besarnya peluang untuk pengembangan, pada tahun 1968 Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro dikembangkan dengan membuka Jurusan Perikanan berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor : 44/1968 tertanggal 8 Oktober 1968. Dengan demikian, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro memiliki 2 jurusan, yaitu Jurusan Peternakan dan Jurusan Perikanan. Sejak tanggal 17 Agustus 1974, nama Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro diubah secara resmi menjadi Fakultas Peternakan dan Perikanan, yang kemudian dimantapkan statusnya berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 76/SK/UD/VI/78 tanggal 3 Juni 1978. Namun setelah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 dan Keputusan Presiden Nomor 51 tahun 1982 tanggal 7 September 1982 yang diikuti Surat Edaran Rektor Nomor 14/PT09/1983 tanggal 24 Maret 1983, nama Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro diubah kembali menjadi Fakultas Peternakan dengan 3 Jurusan (masing-masing mengelola satu program studi S1) yaitu : (1) Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, (2) Jurusan Produksi Ternak dan (3) Jurusan Perikanan (Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0551/0/1983 tanggal 8 Desember 1983) Kemudian mulai tahun 1994 dengan berdirinya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan; maka Fakultas Peternakan hanya memiliki 2 Jurusan, yakni: (1) Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak dan (2) Jurusan Produksi Ternak sampai sekarang. Pengembangan Program Studi Program Ekstensi Program Studi S1. Pada tanggal 1 Juni 1994, melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro No. 108/SK/PT09/1994, dibentuk Program S1 Ekstensi Peternakan dan Perikanan; dan sambil menunggu Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui SK Rektor Universitas Diponegoro No. 109/SK/PT09/1994, Fakultas Peternakan mulai menerima mahasiswa baru Program S1 Ekstensi. Selanjutnya Program Ekstensi tersebut dimantapkan oleh Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 39/DIKTI/Kep/ 1997 tertanggal 10 Februari 1997 tentang Pembukaan Program Ekstensi dalam Program Studi S1 Produksi Ternak dan Program Studi S1 Nutrisi dan Makanan Ternak. Pada tanggal 25 Juli 1994 keluar Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0181/0/1994 tentang Pembukaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada Universitas Diponegoro. Tindak lanjut dari implementasi Surat Keputusan tersebut, Jurusan Perikanan berpisah dan menjadi satu kesatuan batang ilmu dengan Program Studi Ilmu Kelautan dan membentuk Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Program Studi Diploma 3. Selanjutnya, melihat perkembangan dan kebutuhan untuk pemanfaatan dan optimalisasi sumberdaya dan potensi yang ada serta kemampuan untuk mendidik dan melatih tenaga profesional di bidang peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro membentuk Program Diploma 3. Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 55/DIKTI/Kep/1997 tertanggal 25 Maret 1997, telah ditetapkan Pembentukan Program Studi Diploma 3 Manajemen Usaha Peternakan pada Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Program Studi S2. Pembukaan Program Studi S2 dalam bidang Ilmu Ternak yang telah dipersiapkan cukup lama, disetujui pembentukannya oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Keputusan Nomor : 179/DIKTI/Kep/1999 tertanggal 26 April 1999. Program Studi S1 Sosial Ekonomi Peternakan dan Teknologi Hasil Ternak. Berdasarkan pada Rencana Induk Pengembangan, diupayakan untuk dibuka Program Studi S1 Teknologi Hasil Ternak dan Sosial Ekonomi Peternakan. Melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor : 277/DIKTI/Kep/ 1999 tertanggal 2 Juni 1999, telah ditetapkan pembentukan Program Studi S1 Sosial Ekonomi Peternakan dan Program Studi S1 Teknologi Hasil Ternak pada Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro. Program Studi S3. Dengan terakreditasinya Program Studi S1 dan Program Studi S2 oleh BAN PT dengan peringkat A (sangat baik), usulan pendirian Program Studi S3 Ilmu Ternak diajukan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2003. Pada tahun 2005 telah disetujui ijin penyelenggaraan Program Studi S3 Ilmu Ternak oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, melalui Keputusan Nomor : 642/D/T/2005 tertanggal 3 Maret 2005. Penyelenggaraan Program Studi S3 Ilmu Ternak dimulai pada tahun akademik 2005-2006. Program S2 Magister Manajemen Agribisnis (MMA). Fakultas Peternakan berkoordinasi dengan Fakultas Peterikanan dan Ilmu Kelautan serta Fakultas Ekonomi, secara bersama-sama membuka Program S2 MMA dengan ijin operasional No. 4907/D/T/2006 tanggal 21 Desember 1006 sampai dengan 21 Desember 2008. Pada tahun 2009 dan seterusnya, Fakultas Peternakan membuka Program Studi Baru, yaitu Program Studi S-1 Peternakan; sebagai konsekuensi dari SK Dirjen Dikti No. 163/DIKTI/Kep/2007 tanggal 29 Nopember 2007 yang mengharuskan 4 Program Studi S-1sebelumnya (Program Studi S-1 Nutrisi an Makanan Ternak, Program Studi S-1 Produksi Ternak, Program Studi S-1 Sosial Ekonomi Peternakan dan Program Studi S-1 Teknologi Hasil Ternak) yang ada di Fakultas Peternakan dilebur menjadi 1 Program Studi, yaitu Program Sdtudi S-1 Peternakan. Akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Pada tahun 1998, dua program studi yaitu Program Studi S1 Produksi Ternak dan Program Studi S1 Nutrisi dan Makanan Ternak telah memperoleh akreditasi peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Peringkat ini dapat dipertahankan sehingga dalam akreditasi ulang berikutnya untuk kurun waktu 2003 - 2008, maupun 2008-2013 kedua program studi tersebut terakreditasi dengan peringkat A (sangat baik). Pada tahun 2003, Program Studi S2 Magister Ilmu Ternak telah memperoleh akreditasi peringkat A (sangat baik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; dan pada tahun 2008 melakukan reakreditasi dengan hasil peringkat A (sanagat baik). Program Studi S1 Teknologi Hasil Ternak dan Program Studi S1Sosial Ekonomi Peternakan telah berhasil memperoleh akreditasi peringkat B (baik) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi masing-masing pada tahun 2004 dan 2005. Selanjutnya pada tahun 2010 kedua Program Studi ini akan melakukan reakreditasi. Pada tahun 2006, Program Studi Diploma 3 telah memperoleh akreditasi peringkat C (cukup) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi; dan pada tahun 2010 akan melakukan reakreditasi juga. Pada saat ini Fakultas Peternakan memiliki dua Jurusan yaitu Jurusan Produksi Ternak dan Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak. Dengan memanfaatkan sumber daya di kedua jurusan tersebut, Fakultas Peternakan mengelola 9 program studi dan 2 Program Reguler 2 : Program Reguler 1: 1. Program Studi D3 Manajemen Usaha Peternakan/MUP. 2. Program Studi S1 Nutrisi dan Makanan Ternak/NMT (ditutup 2013). 3. Program Studi S1 Produksi Ternak/PT (ditutup 2013). 4. Program Studi S1 Sosial Ekonomi Peternakan/SEP (ditutup 2013). 5. Program Studi S1 Teknologi Hasil Ternak/THT (ditutup 2013). 6. Program Studi S1 Peternakan (mulai tahun 2009 dst) 7. Program Studi S2 Magister Ilmu Ternak/MIT. 8. Program Studi S2 Magister Manajemen Agribisnis/MMA (Korrdinasi) 9. Program Studi S3 Doktor Ilmu Ternak/DIT. Program Reguler 2: 1. Program Studi S1 Produksi Ternak/PT. 2. Program Studi S1 Nutrisi dan Makanan Ternak/NMT.

6 Mahasiswa Undip Ikuti HNMUN di Amerika

SEMARANG, suaramerdeka.com - Enam mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) akan tampil sebagai delegasi pada ajang Harvard National Model United Nations (HNMUN) ke-59, 14-17 Februari di Boston, Amerika Serikat. Mereka akan berdiplomasi untuk negara Republik Serbia. Ke enam mahasiswa tersebut antara lain dua dari Fakultas Kedokteran (FK) yakni Akmal Niam Firdausi Masyuhi dan Samuel Raditya Wibawa, dua dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yakni Farah Ratna Affriani dan Aulia Octa Vestaliza, Nelwan Syarfina Hajidah dari Fakultas Hukum dan Fatima Setyani dari Fakultas Teknik. Mereka dibimbing Faculty Advisor, Rully Rahadian yang akan mewakili Republik Serbia sebagai negara tugas. "HNMUN ini semacam simulasi sidang PBB dan nantinya kami akan dikelompokkan dalam empat komite. Sebelumnya, kami harus mengikuti seleksi yang diikuti 50 orang," ujar Samuel Raditya Wibawa, Kamis (31/1), usai peresmian Gedung Laboratorium Terpadu Undip di Tembalang. Menurutnya, empat komite ini terdiri atas disarmament and international security (perlucutan senjata dan keamanan internasional), world health organization (organisasi kesehatan dunia), ad hoc committee and energy (komite energi dan ad hok) serta the third world assembly on ageing. Undip sendiri, lanjutnya, sudah tahun ke empat ini mengikuti ajang HNMUN. Ajang tersebut menjadi prestise karena hasilnya akan diajukan sebagai pertimbangan bentuk resolusi di sidang PBB yang sebenarnya. "Bagi Undip, ajang ini dapat menjadi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya di tingkat internasional. Secara pribadi pun, ajang ini menambah pengalaman kami untuk tampil di forum internasional," terangnya. Sementara itu, Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi mengatakan, forum ini bisa menambah wawasan mahasiswa khususnya berdebat dengan argumen yang mendasar. Selain itu, bisa belajar budaya dan mencari jejaring. "Forum ini bagian dari internasionalisasi Undip menuju world class university," tukasnya. Sumber : Suara Merdeka news, 25 februari 2013

MIL Undip Terakreditasi A

SEMARANG - Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Undip mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Menurut Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD, pihaknya memberikan apresiasi terhadap capaian dan hasil jerih payah civitas di lingkungan MIL. ”Ini merupakan capaian yang pantas diapresiasi. Selebihnya menjadi wujud pengakuan keilmuan dan dedikasi terhadap dunia pendidikan di Undip,” tutur Rektor seusai senam pagi bersama civitas academica di Hall Widyapuraya Undip, Tembalang, Jumat (22/2). Dia mengemukakan, tim asesor BAN PT memberikan penilaian terhadap sejumlah hal mulai dari sarana-prasarana, dosen, proses belajar-mengajar, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Selain itu, tak kalah penting adalah bentuk kerja sama luar negeri di lingkungan MIL. Prof Sudharto menambahkan, Undip termasuk pelopor dalam menyikapi persoalan lingkungan baik di tingkat lokal, regional, maupun internasional. Salah satu contoh adalah menjadi deklarator forum energi dan lingkungan Asia Pasifik di Bangkok, Thailand, pada 2008. Undip sekaligus koordinator perguruan tinggi dari Indonesia dengan anggota UI, ITB, dan UGM. Penelitian MIL juga berperan aktif dalam mengembangkan pemikiran untuk mengatasi global warming seperti dengan penelitian-penelitian yang dilakukan mahasiswa dan dosen.Kemudian juga dalam bentuk tulisan di jurnal sebagai simpul rencana aksi nasional dan aksi daerah tentang penanggulangan dampak perubahan iklim. Pada tataran nasional maupun regional, Undip menjalin kerja sama baik dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Bappenas, dan Pemprov Jateng. Di samping itu, memberikan pembinaan terhadap petani di Desa Lerep, Kabupaten Semarang dalam rangka adaptasi iklim. ”Kami merintis kerja sama dengan King Mongkuts University di Thailand. Kerja sama itu menyangkut pemberian gelar kesarjanaan untuk S-2 dan S-3,” ujarnya. Diharapkan lulusan MIL memiliki kecintaan terhadap lingkungan, tidak sebatas cerdas di bidang ilmu, tetapi juga dalam perilaku senantiasa menjadi teladan. (H41-37) sumber: Suara Merdeka news , senin 25 februari 2013 (/

Minggu, 10 Februari 2013

Kurangnya Evaluasi Pemerintah dalam Menjalanka Progam Kerja

Masukan : anggota Parta Nasdem cabang karangawen , kab. demak jateng menanggapi bila sektor peternakan dapat menyangga perekonomian yang ada di masyarakat luas kenapa tidak, sektor peternakan dikembangkan tapi juga harus melihat salah 1 pilar perekonomian rakyat saat ini isu terkait : Beberapa Bulan belakangan ini desa rejosari, kec. Karangawen kabupaten demak, memperoleh bantuan sapi pedaging dari pemerintah untuk rakyat yang perekonomiannya minim, sapi tersebut di berikan sewaktu bunting, dengan tujuan nantinya hasil yang di peroleh dapat bagi hasil dengan pemerintah yang memberikan bantuan berupa sapi tersebut, tapi yang menjadi kendala disini adalah pelaksanaannya ini, bantuan yang diberikan tidak diberikan oleh orang yang benar benar kurang mampu, padahal sistem ini kan di prioritaskan oleh rakyat kecil, tapi bantuan ini malah diberikan oleh orang yang kira nya mampu dan berduit, tapi jeleknya pemerintah tidak mau tau dan setelah melakuakan kegiatan tersebut pemerintah tidak melakukan evaluasi ulang, terus ketika saya tanya "kenapa kok tidak di sampaikan di media masa supaya pemerintah mau mendengarnya ?" keanggota partai malah menjawab begini "media massa sekarang hanya milik orang yang berdiit" hal ini yang perlu kita garis bawahi dengan mendengarkan sedikit aspirasi masukan tentang masyarakat tentang perkembangan isu peternakan di wilayahnya. bagaimana pendapat teman-teman dengan adanya hal tersebut dan bagaimana cara menyikapi apakah temen2 harus mengkritisi kinerja pemerintah ? hmm progam kerja kesejahteraan rakyat di desa saja begini apalagi di kota bagaimana jadinya ?

Biodata

Nama : Akbar Reksa Bachtiar Alamat : Ds. Tegowanu Kulon RT 09/ 01 Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan , Jawa Tengah TTL : Semarang 21 - Mei - 1994 Tanggal lahir Jawa : Minggu Legi 21 mei 1994 Jenis kelamin : Laki - laki Pendidikan : SD N 1 Tegowanu Kulon SMP N 1 Tegowanu SMA N 1 Gubug Sekarang Di tempuh : Universitas Diponegoro Semarang Jurusan D-III Manajemen Usaha Peternakan Angkatan 2012 Organisasi : 1) Badan Eksekutif Mahasiswa (Deplu) 2) Pengurus Wilayah (PW) Ismapeti wilayah III , Jateng Hobi : Musik Browsing internet Cita-cita : Menjadi Orang yang dibanggakan Orang tua (Pengusaha) Images Terkait :